Depok – SMK Tunas Media melaksanakan kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 dengan melibatkan penguji dari dunia industri sebagai bagian dari penguatan kualitas lulusan. Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 April 2026 ini menghadirkan sejumlah praktisi industri, di antaranya Galih Pangudi Pratama dari Cerita Kreasi untuk jurusan Multimedia, Dra. Faridah, M.M. dari PT. Vidaskill Solution Indonesia untuk jurusan OTKP, serta Azmi Faiz Habibi dari PT. Temandata Teknologi untuk jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Pelaksanaan UKK dilakukan di laboratorium sekolah dengan skema pengujian berbasis praktik langsung sesuai standar industri. Para penguji eksternal berperan dalam menilai sekaligus memvalidasi kompetensi siswa secara objektif. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMK Tunas Media, Asep Lukman, M.Kom, menyampaikan bahwa keterlibatan industri menjadi bagian penting dalam memastikan kesesuaian kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui UKK berbasis industri, kami ingin memastikan bahwa lulusan benar-benar siap kerja, baik dari sisi keterampilan maupun sikap profesional,” ujarnya.

Penguji dari jurusan Multimedia, Galih Pangudi Pratama, menilai bahwa secara umum kualitas teknis siswa sudah memenuhi standar industri saat ini. Namun, ia menekankan perlunya peningkatan pada aspek kreativitas.
“Secara teknis sudah cukup baik dan sesuai kebutuhan industri, namun siswa perlu lebih berani menampilkan ide yang unik dan berbeda. Penguatan referensi kreatif juga penting agar mereka memiliki karakter karya di tengah persaingan yang semakin ketat,” ungkapnya.
Sementara itu, penguji jurusan OTKP, Dra. Faridah, M.M., menyoroti pentingnya kesiapan non-teknis siswa dalam dunia kerja. Menurutnya, aspek mental, komunikasi, dan ketelitian administrasi masih perlu ditingkatkan.
“Siswa perlu memperkuat kepercayaan diri, etika komunikasi, serta kerapihan dalam pengarsipan. Selain itu, kemampuan korespondensi, terutama dalam bahasa Inggris, juga perlu terus ditingkatkan,” jelasnya.

Di sisi lain, keterlibatan penguji dari bidang RPL juga menjadi indikator bahwa kemampuan pengembangan aplikasi siswa telah mulai mengarah pada kebutuhan industri teknologi, khususnya dalam membangun sistem yang fungsional dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, SMK Tunas Media terus menunjukkan komitmennya dalam menerapkan konsep link and matchantara pendidikan dan dunia industri. Sekolah berharap lulusan yang dihasilkan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di dunia kerja yang semakin dinamis.


