Depok — SMK Tunas Media terus mendorong penguatan kompetensi pendidik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin dinamis. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Asep Lukman Arip Hidayat, M.Kom., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dalam Program Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi melalui Moda Daring Terbimbing Angkatan 7.
Program yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) tersebut berlangsung secara daring pada 8–20 Oktober 2026. Program dilaksanakan dengan pola sinkronus sebanyak 36 jam pelajaran (JP) dan diikuti oleh ratusan pendidik vokasi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam program tersebut, Asep Lukman mengikuti pelatihan Produksi Film Cinematik Berbasis Artificial Intelligence (AI) Kelas A. Berdasarkan daftar peserta yang diterbitkan BBPPMPV BMTI, Asep tercatat sebagai peserta dari SMK Tunas Media, Kota Depok, Jawa Barat. Keikutsertaan tersebut juga diperkuat melalui Surat Tugas Kepala SMK Tunas Media Nomor 130/SMK-TM/ST/X/2026. Dalam surat tersebut, Kepala SMK Tunas Media menugaskan Asep Lukman Arip Hidayat untuk mengikuti kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada 8–20 Oktober 2026.
Belajar Produksi Film di Era Kecerdasan Buatan
Pelatihan produksi film berbasis AI menjadi relevan dengan perkembangan ekosistem kreatif digital saat ini. Pemanfaatan kecerdasan buatan telah membuka berbagai kemungkinan baru dalam proses pengembangan ide, visualisasi, produksi, hingga penyempurnaan karya audiovisual. Bagi lingkungan pendidikan vokasi, penguasaan teknologi tersebut tidak hanya penting untuk meningkatkan kompetensi pribadi pendidik, tetapi juga memiliki potensi untuk memperkaya proses pembelajaran di sekolah. Hal tersebut sejalan dengan semangat program BBPPMPV BMTI yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi sekaligus mendorong peserta untuk mengembangkan dan mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.

Berlangsung Secara Daring
Hari pertama pelatihan diawali dengan kegiatan pembukaan secara daring melalui platform Zoom pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB. Dokumentasi kegiatan menunjukkan peserta dari berbagai sekolah mengikuti sesi secara virtual dalam satu ruang pembelajaran bersama. Dalam tangkapan layar kegiatan, terlihat Asep Lukman mengikuti sesi pelatihan bersama peserta lain dari berbagai satuan pendidikan. Latar virtual yang digunakan peserta juga memperlihatkan identitas program BBPPMPV BMTI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pelatihan ini mempertemukan pendidik dari berbagai daerah. Pada Kelas A Produksi Film Cinematik Berbasis AI, misalnya, peserta berasal dari sejumlah sekolah di Banten, Bengkulu, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Lampung.
Memperkuat Kompetensi Guru SMK Tunas Media
Bagi SMK Tunas Media, keikutsertaan tenaga pendidik dalam program peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Terlebih, pemanfaatan AI saat ini semakin dekat dengan berbagai bidang industri kreatif dan teknologi digital. Kompetensi tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan perkembangan dunia kerja.
Asep Lukman sendiri memiliki peran strategis dalam pengembangan bidang kurikulum di SMK Tunas Media. Pengalaman mengikuti pelatihan produksi film berbasis AI diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam pengembangan materi pembelajaran, proyek kreatif, maupun pemanfaatan teknologi AI secara produktif di lingkungan sekolah. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya SMK Tunas Media untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru, agar mampu beradaptasi dengan transformasi teknologi dan menghadirkan pembelajaran vokasi yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan mengikuti pelatihan hingga selesai dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di sekolah, diharapkan kompetensi tersebut tidak berhenti pada pengembangan individu, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi guru, siswa, dan pengembangan pembelajaran di SMK Tunas Media.

