Program bimbingan teknis ini melibatkan SMK Tunas Media, SMK Kesehatan Bhakti Insani, SMKS YADIKA 12, dan SMK Bina Rahayu. Setiap sekolah mendapat giliran menjadi tuan rumah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Empat sekolah menengah kejuruan (SMK), yakni SMK Tunas Media, SMK Kesehatan Bhakti Insani, SMKS YADIKA 12, dan SMK Bina Rahayu, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi, Digitalisasi Pembelajaran, dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Keempat sekolah tersebut mengikuti kegiatan berdasarkan rekomendasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pelaksanaan bimtek dijadwalkan secara bergiliran dengan memberikan kesempatan kepada masing-masing sekolah untuk menjadi tuan rumah.

Program ini berfokus pada tiga aspek penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, yaitu penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, serta penguatan tata kelola dan sistem penjaminan mutu di satuan pendidikan.

Berdasarkan jadwal kegiatan, materi bimtek dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yakni digitalisasi, tata kelola SPMI, serta literasi dan numerasi (Litnum). Pembagian tersebut memungkinkan peserta mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan sekolah secara terstruktur.

Perkuat Literasi dan Numerasi Berbasis Capaian Murid

Pada aspek literasi dan numerasi, peserta mengikuti kegiatan yang mencakup asesmen awal capaian literasi dan numerasi satuan pendidikan, pemahaman konsep dan dekonstruksi miskonsepsi, serta strategi integrasi literasi dan numerasi dalam pembelajaran.

Materi selanjutnya berfokus pada penyusunan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil capaian literasi dan numerasi di satuan pendidikan. Peserta juga diarahkan untuk menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar.

Pendekatan berbasis capaian tersebut menempatkan hasil asesmen sebagai salah satu pertimbangan dalam merancang pembelajaran. Dengan memahami kebutuhan murid, guru dapat menentukan strategi yang lebih sesuai untuk mengembangkan kemampuan memahami informasi, bernalar, dan memecahkan masalah.

Penguatan literasi dan numerasi juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran di SMK. Kedua kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan dalam mata pelajaran tertentu, tetapi juga mendukung murid dalam memahami instruksi kerja, membaca data, menganalisis informasi, dan menyelesaikan persoalan sesuai bidang keahliannya.

Digitalisasi Pembelajaran Jadi Fokus Pengembangan Kompetensi Guru

Pada kelompok digitalisasi, peserta mendapatkan materi mengenai paradigma pembelajaran digital dan pemanfaatan perangkat digital, termasuk pengenalan fitur serta pengoperasian dasar perangkat tersebut.

Jadwal kegiatan juga mencakup pemanfaatan Ruang Murid, perancangan Media Pembelajaran Interaktif (MPI), penguatan berpikir komputasional atau Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk pembelajaran, serta perencanaan pembelajaran interaktif.

Rangkaian materi ini diarahkan untuk memperluas kemampuan guru dalam memilih dan menggunakan teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran. Pemanfaatan perangkat digital diharapkan tidak berhenti pada penggunaan alat, tetapi juga mendukung pengembangan aktivitas belajar yang lebih menarik, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan murid.

Dalam konteks pendidikan vokasi, kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran menjadi salah satu aspek penting. Guru perlu merancang pengalaman belajar yang tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga mendukung keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kesiapan murid menghadapi perkembangan dunia kerja.

Penguatan SPMI untuk Mendorong Perbaikan Mutu Berkelanjutan

Selain pembelajaran, bimtek ini menempatkan Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai salah satu fokus utama. Materi tata kelola mencakup Standar Nasional Pendidikan, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan, Rapor Pendidikan, SPMI, hingga tahapan implementasinya.

Peserta juga dijadwalkan menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari proses penerapan hasil kegiatan di satuan pendidikan masing-masing.

Penguatan SPMI memiliki peran penting dalam membantu sekolah mengidentifikasi kebutuhan perbaikan, menentukan prioritas, serta merancang langkah peningkatan mutu secara terarah. Dengan dukungan data dan evaluasi yang tepat, sekolah dapat mengembangkan program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan.

Ketiga fokus tersebut saling berkaitan. Penguatan literasi dan numerasi membutuhkan perencanaan pembelajaran yang tepat, digitalisasi dapat memperkaya strategi pelaksanaannya, sedangkan sistem penjaminan mutu membantu sekolah mengevaluasi dan memperbaiki proses secara berkelanjutan.

Empat Sekolah Berkolaborasi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Pelaksanaan bimtek dengan sistem tuan rumah bergiliran memberikan kesempatan kepada masing-masing sekolah untuk terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Keterlibatan SMK Tunas Media, SMK Kesehatan Bhakti Insani, SMKS YADIKA 12, dan SMK Bina Rahayu menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kompetensi pendidik dan meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, hasil pembelajaran diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing sekolah sesuai kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan. Penerapan hasil bimtek menjadi tahap penting agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi praktik nyata di lingkungan sekolah.

Penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi digital, serta implementasi SPMI diharapkan dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.