Sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kokurikuler, siswa kelas X-PPLG mendemonstrasikan prototype website sejarah berjudul Perang Banjar Gelombang Kedua (1862–1905). Proyek ini dikembangkan sebagai media pembelajaran digital untuk memperdalam pemahaman sejarah lokal sekaligus melatih kompetensi abad ke-21 peserta didik.
Proyek website ini merupakan hasil kolaborasi lintas mata pelajaran, yaitu Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Sejarah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Melalui kolaborasi tersebut, peserta didik mengintegrasikan keterampilan teknis, literasi sejarah, serta kemampuan komunikasi dalam satu karya digital terpadu.
Website Perang Banjar Gelombang Kedua (1862–1905) memvisualisasikan fase kedua Perang Banjar, yaitu perjuangan gerilya rakyat Banjar setelah wafatnya Pangeran Antasari dan tertangkapnya Pangeran Hidayatullah I, yang berlangsung hingga awal abad ke-20. Meskipun Kesultanan Banjar telah dihapuskan pada tahun 1860, perlawanan rakyat Banjar tetap berlanjut secara berlarut-larut.
Dalam pengembangannya, website ini menyajikan empat halaman utama, meliputi peta interaktif wilayah pertempuran, profil tokoh-tokoh pejuang, timeline peristiwa sejarah, serta informasi mengenai penyebab dan dampak Perang Banjar dari aspek politik dan ekonomi.
Melalui proyek kokurikuler ini, peserta didik diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sejarah lokal, keterampilan berpikir kritis, literasi digital, serta kerja sama tim. Sekolah terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai sejarah dan karakter bangsa.
Dokumentasi kegiatan Proyek Kokurikuler demonstrasi prototype website sejarah kelas X-PPLG dapat disaksikan melalui video berikut:

